Logo Lanfrica
  • Home
  • Atlas
  • Insights
  • Docs
  • Sign in

© 2026 Lanfrica. All rights reserved. All copyrights of the resources shown on the Lanfrica website belong to the original copyright holders, unless explicitly stated otherwise.

KALIMAT TANYA DALAM BAHASA SASAK (INTERROGATIVE SENTENCE IN SASAK)

Domain:

natural language processing
Creator:
Lal
Publisher:
Bad
Host:
Kajian bahasa Sasak untuk kepentingan pembukuan terkait pelajaran bahasa daerah (mulok) belum ditemukan secara spesifik. Kajian tersebut belum mengarah kepada penyiapan bahan baku yang dapat diterjemahkan ke dalam buku mulok. Hasil kajian lebih condong ke arah ilmu mikrolinguistik bukan praktis pengajaran. Dengan demikian, tulisan ini berusaha memberikan deskripsi lebih detil mengenai kalimat tanya dalam bahasa Sasak dialek standar. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif menggunakan data empiris lapangan yang bersifat naturalistik. Data empiris yang dimaksud adalah data kebahasan variasi dialektal a-e (Pujut) atau dialek standar. Data tersebut diperoleh di dua kabupaten dengan penutur dialek standar, yaitu Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat. Daerah yang dijadikan lokasi pengambilan data di kedua kabupaten tersebut adalah Kecamatan Batukliang Utara, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, dan Kecamatan Kuripan Utara. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dengan penutur dialek tersebut. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode agih dengan enam teknik lanjutannya. Analisis kalimat tanya dilakukan terhadap delapan jenis kata tanya menunjukkan bahwa selain struktur umum kata tanya berada di depan juga terdapat struktur lain yang memungkinkan kalimat tersebut dapat menjadi kalimat tanya yang berterima seccara gramatikal dan makna.   Kata kunci: kalimat tanya, kata tanya, struktur, gramatikal, makna   Study on Sasak for shake of publishing to support local language teaching is not yet found in specific one. The study is not managed to have material of production which can support producing teaching book. Result of study tends to be microlinguistics science not for teaching practice.  Therefore, this writing is aimed at giving more detil descriptiom on interrogative sentence in standard dialectal of Sasak. Descriptive-qualitative method is used. This method uses natural-empirical data. The data is standard dialectal a-e (Pujut) of Sasak. Data is collected in two main regencies which occupied by Sasak speakers. They are Central Lombok and West Lombok which focused in Batukliang Utara, East Praya, Pujut, and Kuripan Utara. Data collected through direct interview with native speakers of Sasak. The data is analized by agih method using six techniques. The analysis of interrogative sentences is done into eight kinds of question words. It is shown that there is another structure of interrogative sentence other than common structure of question words which always exist at the beginning of sentences. This structure allows questions words to be at the middle. The sentence constructed is grammatically dan semantically accepted in Sasak.   Key Words: interrogative sentence, question words, structure, grammatical, meaning

Visit

doi.org

Licenses

https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0

Similar

ANALISIS KALIMAT TANYA DALAM BAHASA NIAS SELATAN DIALEK TELUK DALAM DESA HILIGANÖWÖEJAAN BAHASA SASAKBENTUK FATIS BAHASA SASAKSTANDARDISASI BAHASA SASAK DAN PROBLEM PEMBELAJARANNYAKAJIAN SOSIOPRAGMATIK TENTANG PENGGUNAAN KATEGORI FATIS BAHASA SASAK DALAM KESANTUNAN TINDAK TUTUR MASYARAKAT LOMBOKStruktur Kalimat Mayor dan Kalimat Minor dalam Bahasa Kaili Donggala Dialek Doi

ANALISIS KALIMAT TANYA DALAM BAHASA NIAS SELATAN DIALEK TELUK DALAM DESA HILIGANÖWÖ

Based on the background of the problem, this researchs is unique in that partial interrogative sente

EJAAN BAHASA SASAK

Bahasa Sasak merupakan salah satu bahasa dengan penutur paling banyak di Nusa Tenggara Barat (NTB).

BENTUK FATIS BAHASA SASAK

Penelitian ini berjudul Bentuk Fatis dalam Bahasa Sasak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan

STANDARDISASI BAHASA SASAK DAN PROBLEM PEMBELAJARANNYA

Bahasa Sasak memiliki empat dialek, sebagaimana klasifikasi yang dilakukan oleh Mahsun1, yaitu diale

KAJIAN SOSIOPRAGMATIK TENTANG PENGGUNAAN KATEGORI FATIS BAHASA SASAK DALAM KESANTUNAN TINDAK TUTUR MASYARAKAT LOMBOK

Kategori fatis yaitu tipe tuturan yang digunakan untuk menciptakan ikatan sosial yang harmonis denga

Struktur Kalimat Mayor dan Kalimat Minor dalam Bahasa Kaili Donggala Dialek Doi

Kajian mengenai struktur sintaksis bahasa daerah memiliki peran penting dalam dokumentasi linguistik