Penelitian ini dilakukan di SMK Kesehatan Prima Indonesia, yang mengintegrasikan mata pelajaran informatika dalam kurikulumnya, meskipun fokus utama adalah pengembangan kompetensi kesehatan siswa. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengelolaan hasil belajar informatika, terutama dalam pengelompokan siswa berdasarkan pemahaman dan prestasi mereka, yang selama ini dilakukan secara manual dan kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelompok hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Clustering K-Means dan menggambarkan perbedaan antara kelompok yang terbentuk. Penelitian ini merupakan studi eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis clustering pada siswa kelas 10 menunjukkan terbentuknya tiga kelompok: kelompok nilai tinggi (24 siswa), nilai sedang (51 siswa), dan nilai rendah (42 siswa). Selain itu, minat belajar dan penggunaan perangkat IT terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar informatika. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan algoritma K-Means dapat meningkatkan efektivitas strategi pengajaran dengan mengelompokkan siswa secara lebih terstruktur berdasarkan hasil belajar mereka.