Cendawan Galeme merupakan potensi lokal masyarakat Jorong Data Simpang Dingin, Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang pengetahuan mengenai habitat, musim tumbuh, cara panen, pengolahan, dan pemanfaatannya diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari etnomedisin. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun identitas digital Cendawan Galeme melalui Instagram tanpa memisahkan produk dari nilai budaya dan pengetahuan lokal. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) model Kemmis dan McTaggart yang berlangsung secara siklik melalui tahapan planning, action, observation, dan reflection, dengan masyarakat diposisikan sebagai mitra aktif. Kegiatan lapangan dilaksanakan pada 14 dan 21 Juli serta 4 Agustus 2026, mencakup penyusunan modul pelatihan, diskusi partisipatif, pengembangan identitas visual/logo, praktik fotografi dan desain Canva, penulisan caption berbasis pengetahuan lokal, serta evaluasi tertulis dan digital melalui QR Code. Hasil kegiatan menunjukkan tersusunnya modul pelatihan, terlaksananya diskusi partisipatif lintas generasi, berkembangnya identitas visual produk, serta aktifnya akun Instagram @galeme_datasimpangdingin. Refleksi kegiatan menemukan perlunya harmonisasi ejaan nama merek antara “Galame” dan “Galeme” yang masih inkonsisten pada logo, akun, dan materi promosi, sehingga menjadi agenda revised planning pada siklus berikutnya. Kegiatan ini menunjukkan bahwa PAR memberi kerangka yang sesuai untuk menghubungkan pengetahuan lokal dengan keterampilan komunikasi digital secara partisipatif dan berkelanjutan.