Makalah ini membahas gereja-gereja yang menggunakan Ritus Syriak, yang memiliki warisan teologi, liturgi, dan budaya yang kaya dalam tradisi Kristen Timur. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi sejarah, perkembangan teologi, dan struktur organisasi gereja-gereja seperti Gereja Syriak Ortodoks, Gereja Syriak Katolik, Gereja Maronit, dan gereja-gereja dalam tradisi Syriak lainnya. Penelitian ini mengkaji bagaimana gereja-gereja ini mempertahankan identitas teologis dan liturgis mereka dalam konteks sejarah yang penuh gejolak, termasuk perpecahan yang terjadi setelah Konsili Chalcedon dan tantangan sosial-politik yang mereka hadapi, baik di tanah asal mereka di Timur Tengah maupun dalam konteks diaspora di seluruh dunia.
Menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, makalah ini juga membandingkan praktik liturgi dan ajaran gereja-gereja ini dengan gereja-gereja utama lainnya dalam tradisi Kristen, serta bagaimana mereka mengadaptasi diri di tengah modernisasi dan perubahan sosial yang terjadi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peran Patriarkh dalam menjaga otoritas ajaran gereja dan bagaimana gereja-gereja ini beradaptasi dengan pengaruh luar tanpa mengorbankan tradisi yang sudah ada.