Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan era Society 5.0 yang mendorong integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, sementara pemanfaatannya pada pembelajaran Bahasa Arab di perguruan tinggi masih sporadis, belum terstruktur, dan belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan mahasiswa, kesiapan dosen, serta kebijakan dan infrastruktur institusi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan, praktik, dan tingkat kesiapan pemanfaatan media pembelajaran Bahasa Arab berbasis AI, sekaligus merumuskan kriteria desain media yang efektif, adaptif, dan etis pada konteks program studi Pendidikan Bahasa Arab, Bahasa dan Sastra Arab, serta Pendidikan Islam di perguruan tinggi Kota Mataram. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif pada tahap awal R&D (need assessment dan perancangan konseptual), dengan informan yang dipilih secara purposive dan maximum variation, meliputi mahasiswa, dosen, pengelola kurikulum/penjaminan mutu, staf IT/LMS, dan pimpinan unit akademik (sekitar 20–30 informan hingga data jenuh). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi kelas (luring/daring) dan LMS, serta telaah dokumen (RPS, silabus, kebijakan AI, dan artefak tugas), kemudian dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa AI sudah digunakan secara individual (chatbot, penerjemah, generator latihan), namun belum terintegrasi kuat dalam RPS, asesmen, dan kebijakan formal. Kebutuhan utama meliputi latihan adaptif untuk istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah, umpan balik otomatis yang akurat secara linguistik, integrasi dengan LMS, serta panduan etika untuk menjaga integritas akademik; sementara hambatan mencakup literasi AI yang terbatas, kekhawatiran plagiarisme dan keotentikan bahasa Arab, serta kesiapan infrastruktur dan regulasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan model media pembelajaran Bahasa Arab berbasis AI harus berangkat dari desain yang kontekstual, berpusat pada kebutuhan pengguna, dan didukung kebijakan serta infrastruktur memadai, sehingga memberikan kontribusi konseptual penting bagi pengembangan media AI yang pedagogis, adaptif, dan etis di era Society 5.0.